makalah Pengaruh Ion Senama dan Pengendapa



 makalah Pengaruh Ion Senama dan Pengendapa
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penulisan makalah kimia yang berjudul “Pengaruh Ion Senama dan Pengendapan” ini dilatarbelakangi oleh suatu realitas yang memunculkan pertanyaan bahwa apakah pencampuran suatu larutan dengan ion sejenis atau senama dalam percobaan laboratorium atau eksperimen dapat menimbulkan dampak terhadap daya kelarutan zat terlarut tersebut dan apakah pencampuran suatu  larutan dengan larutan lain dalam percobaan laboratorium atau eksperimen dapat selalu menimbulkan endapan.
Seperti yang kita ketahui, ion senama merupakan ion yang sejenis dengan ion ion yang ada dalam system kesetimbangan. Dimana nantinya akan terjadi pergeseran kesetimbangan reaksi ke arah kiri yang sesuai dengan asas Le Chatelier.
Ion senama tersebut dapat kita jumpai pada pembentukan stalaktit dan stalagmite dalam gua, pembentukan mutiara dalam kerang mutiara, dan pengendapan ion logam sebagai sulfide kedalam larutan ion tersebut.
Seperti yang kita sering lihat, banyak larutan atau cairan yang memiliki atau menghasilkan endapan. Dan endapan tersebut timbul dari zat padat yang tidak larut dalam larutan atau cairan tersebut. Terbentuknya endapan atau tidak dalam suatu reaksi, itu tergantung kelarutan dari zat terlarut, yaitu jumlah maksimum zat terlarut yang akan larut dalam sejumlah tertentu pelarut pada suhu tertentu.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan ion senama?
2.      Apa pengaruh ion senama terhadap percampuran larutan?
3.      Apa penerapan ion senama dalam kehidupan?
4.      Bagaimana reaksi dalam penerapan ion senama tersebut?
5.       Apa yang dimaksud dengan pengendapan?
6.       Bagaimana bisa terjadi pengendapan pada suatu larutan?
7.       Apa penerapan pengendapan dalam hehidupan?

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui pengertian ion senama.
2.      Mengetahui pengaruh  ion senama terhadap percampuran larutan.
3.      Mengetahui penerapan ion senama dalam kehidupan.
4.      Mengetahui reaksi dalam penerapan ion senama.
5.       Mengetahui pengertian pengendapan.
6.       Mengetahui terjadinya pengendapan dalam suatu larutan.
7.       Mengetahui penerapan pengendapan.




















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ion Senama
Ion senama adalah ion yang sejenis dengan ion-ion yang ada dalam sistem keseimbangan. Untuk menerapkan rumus mengenai ion senama, kita perlu mengetahui suatu asas yang berkaitan dengan pokok pembahasan kali ini. Asas yang dimaksud adalah Asas Le Chatelier. Asas Le Chatelier adalah asas yang digunakan untuk memprediksi pengaruh perubahan kondisi pada kesetimbangan kimia. Asas atau prinsip ini dinamai sesuai dengan nama penemunya yaitu Henry Louis Le Chatelier (1850-1936). Dimana, bunyi asas Le Chatelier adalah “Jika terhadap suatu sistem kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), sistem kesetimbangan tersebut akan mengalami perubahan (pergeseran) yang cenderung untuk mengurangi pengaruh aksi tersebut.” Kita ambil contoh larutan jenuh AgCl. Pada saat AgCl dilarutkan dalam air, maka akan terbentuk reaksi kesetimbangan, yaitu:
AgCl(s) ↔ Ag+(aq) + Cl(aq)
*Adanya penambahan larutan AgNO3 akan memperbesar konsentrasi ion Ag+ karena AgNO3 juga akan terionisasi dan menghasilkan ion Ag+.
Reaksi yang terjadi yaitu:
AgNO3(aq) ↔ Ag+(aq) + NO3(aq)
*Sementara itu, penambahan ion sejenis (Ag+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Pergeseran ke kiri menyebabkan kelarutan AgCl berkurang, tetapi tidak mempengaruhi harga tetapan hasil kali kelarutan, jika suhu tidak berubah.           
Contoh lain pengaruh ion senama terhadap kelarutan yaitu :
Diketahui Ksp AgCl adalah 1,5 x 10-10. Bandingkan kelarutan AgCl dalam H2O dan larutan NaCl 0,2 M!
Penyelesaian:
Diketahui : Ksp AgCl adalah 1,5 x 10-10

Ditanyakan : Kelarutan AgCl dalam H2O dan larutan NaCl 0,2
Jawaban :
a.       Kelarutan AgCl dalam H2O
AgCl  Ag+ Cl-
https://2.bp.blogspot.com/-sncjn99TLx4/VyIkYIXWtcI/AAAAAAAABec/kBoB8s_aVM8_GeYoz6P6lhoFfxscbvEdQCLcB/s320/capture-20160427-213403.png
Dimisalkan kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,2 M = n mol L–1
AgCl(s)
Ag+(aq)
+
Cl(aq)
[Cl] = (n + 0,2 ) M = 0,2 M
[Cl] dari AgCl diabaikan
M

n M

n M
NaCl(aq)
Na+(aq)
+
Cl(aq)

0,2 M

0,2 M

0,2 M

Dalam sistem terdapat :
[Ag+] = n mol L–1
[Cl] = (n + 0,2 ) mol L–1 = 0,2 mol L–1
Karena [Cl–1] yang berasal dari AgCl sangat sedikit dibandingkan [Cl–1] yang berasal dari NaCl, maka [Cl] yang berasal AgCl dapat diabaikan. Sehingga diperoleh:
Ksp AgCl = [Ag+] [Cl]
2 x 10–10 = n x 0,2
n = 2 x 10-9 mol L–1
Jadi, berdasarkan hasil perbandingan tersebut, kelarutan AgCl yang ditambahkan ion senama (NaCl) mengurangi kelarutan AgCl.
2.2 Penerapan Ion Senama dalam Kehidupan
Di dalam kehidupan, penerapan ion senama dapat kita lihat dalam pembentukan stalaktit dan stalakmit, pembentukan kerang mutiara, dan juga pemisahan logam dengan sulfida.



a.       Pembentukan Stalaktit dan Stalakmit
Di daerah batu kapur, gua terbentuk oleh air hujan yang mengandung gas karbon dioksida (CO2) yang di serap dari atmosfer.batu kapur tersusun dengan bahan utama kalsium karbonat (CaCO3). Kalsium karbonat larut oleh asam lemah. Kemudian membentuk saluran, saluran dalam jangka waktu yang lama. Reaksi kimia ini merupakan reaksi kesetimbangan.
H2O (l) + CO2 (aq↔ H2Co3
H2Co(aq) + CaCO3 (s↔ Ca2+ + 2HCO3-
Karena merupakan reaksi kesetimbangan, reaksi tersebut dapat mengalami pergeseran sehingga membetuk stalagmit dan stalaktit. Stalagmit adalah batuan seperti es yang tumbuh dari dasar gua akibat tetesan, sedangkan stalaktit adalah batuan mirip es yang menggantung di atap gua.
Pembentukan pilar stalaktit dan stalagmite terjadi ketika air mengandung kalsium karbonat menguapa secara berulang-ulang. Dengan kata lain, jumlah CaCO3 berkurang. Menurut prinsip Le Chatelier, jika konsentrasi zat berkurang, reaksi akan bergeser ke arah zat yang berkurang tersebut. Jadi, reaksi akan bergeser ke kiri (pembentukan CaCO3). Hal itu dapat di amati dari jatuhnya larutan Ca2+ dan HCO3- yang berada di atap gua. Penguapan dalam gua terjadi dalam waktu yang sangat lambat. Penyebabnya, karena tidak ada radiasi matahari untuk menarik molekul air, kecilnya pergerakan udara bahkan hampir tidak ada, dan hampir semua udara yang jenuh dengan uap air. Pertambahan panjang stalaktit hanya 0.2 mm pertahun. Lambatnya lajupengendapan ini juga di pengaruhi oleh gerakan udara dan campuran di dalam batu kapur.
b.      Pembentukan Kerang Mutiara
Mutiara terbentuk ketika suatu Objek Mikroskopis, (misalnya pasir) masuk ke dalam kulit kerang mutiara ( Pinctada Maxima )
Yang terbentuk dengan reaksi kesetimbangan :
CaCO3 ↔ Ca2+ + CO32-
CaCl2 ↔ Ca2+ +  2Cl-


c.       Pemisahan Logam dengan Sulfida
Pemisahan Logam dengan Ion Sulfida dilakukan dengan Mencampurkan Ion Sulfida (H2S) ke dalam Logam yang telah digali.
https://4.bp.blogspot.com/-fXyQdRTIm5U/VyIkXyOW8OI/AAAAAAAABeY/9aoVmXo4KYcCXMrmELKH_aIJwDi52xQHwCLcB/s320/capture-20160427-213013.png
2.3 Pengertian Pengendapan
            Pengendapan adalah suatu jenis reaksi yang dapat berlangsung dalam cairan, misalnya air. Suatu reaksi dapat dikatakan reaksi pengendapan apabila reaksi tersebut menghasilkan endapan. Endapan yaitu zat padat yang tidak larut dalam cairan tersebut. Senyawa-senyawa yang sering digunakan dalam reaksi pengendapan yaitu senyawa-senyawa ionik. 
Terbentuknya endapan atau tidak dalam suatu reaksi, itu tergantung kelarutan dari zat terlarut, yaitu jumlah maksimum zat terlarut yang akan larut dalam sejumlah tertentu pelarut pada suhu tertentu. Dalam hal ini zat dapat di bagi, yaitu dapat larut, sedikit larut atau takdapat larut. jika suatu zat dapat larut dalam air maka termasuk dapat larut, jika tidak dapat larut dalam air maka termasuk sedikit larut atau takdapat larut. Semua senyawa ionik merupakan elektrolit kuat, tetapi daya larutnya tidak sama.

2.4 Terjadinya pengedapan
Harga Ksp suatu elektrolit dapat digunakan untuk memperkirakan apakah elektrolit tersebut dapat larut atau mengendap dalam suatu larutan. Semakin besar harga Ksp suatu senyawa, maka semakin mudah larut senyawa tersebut. Dengan membandingkan harga Ksp dengan harga hasil kali konsentrasi ion-ion
(Qc) yang ada dalam larutan yang dipangkatkan dengan koefisien reaksi masing-masing, maka ada tiga kemungkinan yang akan terjadi jika dua buah larutan elektrolit dicampurkan, yaitu:
• Jika Qsp < Ksp, larutan belum jenuh (tidak ada endapan)
• Jika Qsp = Ksp, larutan tepat jenuh (belum ada endapan)
• Jika Qsp > Ksp, larutan lewat jenuh (ada endapan)
Contoh soal:
1. 500 mL larutan Pb(NO3)2 10–3 M dicampurkan dengan 1 liter larutan NaI 10–2 M. Jika diketahui Ksp PbI2 =   6 . 10–9, Tentukan apakah terbentuk endapan atau belum?
Jawab:
Mol Pb2+ = V . M
= 0,5 liter × 10–3 M = 5 . 10–4 mol
Mol I–      = V . M
= 1,0 liter × 10–2 M = 1 . 10–2 mol
Konsentrasi setelah pencampuran:
[Pb2+] = mol Pb2+/ volum total
= 5 . 10–4mol /1,5 L = 3,33 . 10–4 M
[I–] = mol I– / volum total
= 1 . 10–2 mol/1,5 L
= 6,67 . 10–3 M
Qc = [Pb2+][I–]
= (3,33 . 10–4) (6,67 . 10–3)
= 1,5.10–8 M
Harga Qc > Ksp maka terjadi pengendapan PbI2.
2. Periksalah dengan suatu perhitungan apakah terbentuk endapan Ca(OH)2 jika 10 mL larutan CaCl2 0,2 M di reaksikan dengan 10 mL larutan NaOH 0,02 M. (Ksp Ca(OH)2 = 8 x 10-6)
Jawab :
Langkah pertama adalah menentukan mol masing masing zat.
n CaCl2 = M x V = 0,2 x 10 = 2 mmol
n NaOH = M x V = 0,02 x 10 = 0,2 mmol
Reaksi yang terjadi adalah:
CaCl2 + 2NaOH → Ca(OH)2 + 2NaCl
Ca(OH)2 adalah zat yang sukar larut yang jika terion menjadi :
Ca(OH)2 → Ca+2  + 2OH-
Jumlah mol ion Ca+2 berasal dari CaCl2¬ sedangkan jumlah mol ion OH- berasal dari NaOH, untuk itu kita cari konsentrasinya setelah larutan dicampur.
Vcampuran = 10 + 10 = 20 mL
 [Ca+2] = 2/20 = 0,1 M
[OH-] = 0,2/20 = 0,01 M

Qc Ca(OH)2 = [Ca+2] x [OH-]
                     = 0,1 x 0,01
                     = 0,001 = 10-3
Qc > Ksp = 10-3 > 8 x 10-6 = Terjadi endapan.
2.5 Penerapan Pengendapan
Sebuah fenomena reaksi kesetimbangan yang terjadi secara alami. Stalaktit dan stalagmit, terbentuk selama ratusan tahun merupakan CaCO3 yang mengendap dari air kapur.
Ksp CaCO3 adalah 8,7 × 10-9 sehingga mudah mengendap, ini dapat kita lihat pada gua-gua kapur.
Dengan membuka proses terbentuknya stalagtit dan stalagmit ini, kalian akan mengetahui bagaimana proses terbentuknya stalaktit dan stalakmit.
Selain stalaktit dan stalakmit yang terbentuk dari hasil reaksi pengendapan, ternyata ditubuh kita juga terdapat reaksi pengendapan yang berbahaya bagi tubuh yaitu batu ginjal. Batu ginjal dalam tubuh akan terbentuk bila terjadi pengendapan garam kalsium fosfat atau kalsium oksalat secara perlahan-lahan. Pengendapan akan terjadi dalam proses pencernaan bila konsentrasi ion oksalatnya berlebihan dan menimbulkan terbentuknya kalsium oksalat. Ion kalsium dalam plasma darah yang berfungsi sebagai pengontrol gerak otot akan berkurang bila diikat oleh ion oksalat.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Adanya penambahan zat yang mengandung ion sejenis (senama) maka akan menyebabkan kelarutan zat mengalami penurunan (berkurang) dari kelarutan sebelumnya. Hal ini dikarenakan kesetimbangan reaksi bergeser ke arah kiri sesuai asas Le Chatelier.
3.2 Saran
Setelah mengetahui beberapa penerapan ion senama yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari hari, perlu kita ketahui juga reaksi reaksi kimia yang terjadi dan percampurannya dengan ion senama yang dapat mengurangi daya kelarutan zat terlarut tersebut.

  















DAFTAR PUSTAKA

6. Reaksi pengendapan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
7. Materi Kimia Kelas 11 tentang Reaksi Pengendapan pada Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan - Chemistry - React

Post a Comment

0 Comments